Benarkah dampak radiasi elektromagnetik bisa fatal?

kacamata pria anti radiasi

berdasarkan info dokter, dampak radiasi elektromagnetik kabarnya bisa lebih fatal dibandingkan dengan sinar matahari.Sebagaian lingkungan kita belum menyadari dan belum memahami bahaya sebuah radiasi yang di hasilkan dari benda benda elektronik.

Suah menjadi hal terbiasa berlama-lama danberhari-hari, ayo berberhati-hatilah, selalu gunakan anti radiasi di depan layar. Sudah banyak dilakukan peneliian oleh berbagai ahli dalam bidang kecantikan dari benua eropa mengatakan, bahwa berlama-lama di depan monitor komputer maupun tv bisa menyebabkan kulit menjadi kering

GeniusBeauty mewartakan, Jumat  (13/5), ketegangan ekspresi wajah dan radiasi layar komputer dapat mempengaruhi munculnya garis-garis halus pada wajah.

Jika Anda adalah salah satu dari orang yang melihat ke arah layar komputer dalam waktu lama tanpa istirahat, maka kerusakan pada kulit akan menyerang anda”, itulah yang disampaikan seorang ahli bedah plastik juga seorang pakar kecantikan Dr Michael Preydzher.

Banyak para ahli seperti, Dr Prager juga Dr Mohan Thomas, menyebutkan bahwa terlalu lama di depan layar dalam bekerja akan, ekspresi wajah menjadi terlalu lama tegang. sedangkan gelombang radiasi elektromagnetik sangat berpengaruh pada pori-pori kulit. “

sederhananya adalah saat anda menatap atau tertimpa sinar matahari dengan waktu cukup lama tentu akan berakibat kurang baik apalagi ini adalah gelombang elektrik

ahli bedah kosmetik yang bekerja sebagai konsultan, Dr Anshuman Manaswi, menyebutkan jika seseorang terlalu lama didepan komputer bisa mengurangi kesehatan kulit, bukan hanya kulit begitu juga mata bahkan  tulang dan otot.

Oleh sebab itu perlu keseimbangan dalam melakukan aktifitas didepan komputer, agar dampak negatif akan sedikit lebih berkurang. Berikut hal yang bisa kita lakukan

1. Kurangi durasi menatap monitor
2. Gerakkan badan dan tangan berbalik arah
3. Usahakan kaki tetap bisa bergerak
4. Berdrilah jika terasa lelah
5. >> gunakan pelindung anti radiasi